Sabtu, 20 Oktober 2018

Dhamir Nashbin Munfashil





Pertemuan Keempat
Dhamir Nashbin Munfashil

Dhamir nashbin munfashil adalah suatu dhamir yang nashab serta terpisah dari kalimat-kalimat lainnya. Dhamir ini seluruhnya terdapat empat belas buah dhamir, yaitu:

No.
Arti
Dhamir
1.
Akan Dia satu laki-laki
إِيَّاهُ
2.
Akan Mereka dua laki-laki
إِيَّاهُمَا
3.
Akan mereka beberapa laki-laki
إِيَّاهُمْ
4.
Akan dia satu perempuan
إِيَّاهَا
5.
Akan mereka dua perempuan
إِيَّاهُمَا
6.
Akan mereka beberapa perempuan
إِيَّاهُنَّ
7.
Akan Kamu satu lai-laki
إِيَّاكَ
8.
Akan kalian dua laki-laki
إِيَّاكُمَا
9.
Akan kalian beberapa laki-laki
إِيَّاكُمْ
10.
Akan kamu satu perempuan
إِيَّاكِ
11.
Akan kalian dua perempuan
إِيَّاكُمَا
12.
Akan kalian beberapa perempuan
إِيَّاكُنَّ
13.
Akan Saya
إِيَّايَ
14.
Akan kami/kita
إِيَّانَا

Keterangan:

1.      Kata akan di sana bukan menunjukkan kepada waktu. Namun menunjukkan kepada fungsi. Diantaranya dhamir ini berfungsi sebagai objek.
2.      Dhamir ini digunakan jika terpisah dari induk kalimat. Dalam artian ada pemisah di antara mereka. Jia tidak ada pemisah, maka tidaklah dhamir ini bisa ditempatkan. Yang bisa menempati posisi seperti itu adalah dhamir nashbin muttashil, yang in sya Allah akan kita bahas pada pertemuan selanjutnya.

Untuk menguatkan pemahaman, tentu tidak hanya teori saja, namun sangat penting untuk terjun langsung kepada contoh kasus, seperti yang terdapat dalam jumlah berikut ini:

Orang bodoh telah memukul anjing
ضَرَبَ جَاهِلٌ كَلْبًا

Kata “anjing” dalam kalimat di atas, jika diganti dengan menggunakan dhamir, maka yang paling tepat adalah denga dhamir nashbin munfashil. Karena di antara isim nashab adalah objek. Objek pada kalimat tersebut adalah anjing. Sehingga untuk “anjing” dipakai dhamir nashbin munfashil. Dengan demikian akan lahir sebuah jumlah seperti berikut ini:

Orang bodoh telah memukul akan dia (anjing).
ضَرَبَ جَاهِلٌ إِيَّاهُ.

Demikian lah sekelumit contoh dalam pembahasan ini. semoga kita diberi kemudahan untuk dapat memahami materi demi materi yang kami sampaikan dan semoga bermanfa’at.


Jumat, 05 Oktober 2018

Dhamir Raf'in Muttashil Bil Mudhari' Wal Amri



Pertemuan ketiga

Dhamir Raf’in Muttashil Bil Mudhari

Dhamir raf’in muttashil bil mudhari’ adalah dhamir marfu’ yang melekat pada fi’il mudhari’. Dhamir ini berfungsi sebagai fa’il sebagaimana dhamir sebelumnya. Adapun fi’il mudhari adalah suatu kata kerja yang menunjukkan kepada kejadian yang sedang atau akan berlangsung.  Berikut rincian dhamir-dhamirnya:

No.
Arti
Fi’il
Dhamir
1.
Dia satu laki-laki sedang/akan berbuat
يَفْعِلُ
Mustatir
2.
Mereka dua laki-laki sedang/akan berbuat
يَفْعِلَانِ
ا
3.
Mereka beberapa laki-laki sedang/akan berbuat
يَفْعِلُوْنَ
و
4.
Dia satu perempuan sedang/akan berbuat
تَفْعِلُ
Mustatir
5.
Mereka dua perempuan sedang/akan berbuat
تَفْعِلَانِ
ا
6.
Mereka beberapa perempuan sedang/akan berbuat
يَفْعِلْنَ
ن
7.
Kamu satu lai-laki sedang/akan berbuat
تَفْعِلُ
Mustatir
8.
Kalian dua laki-laki sedang/akan berbuat
تَفْعِلَانِ
ا
9.
Kalian beberapa laki-laki sedang/akan berbuat
تَفْعِلُوْنَ
و
10.
Kamu satu perempuan sedang/akan berbuat
تَفْعِلِيْنَ
ي
11.
Kalian dua perempuan sedang/akan berbuat
تَفْعِلَانِ
ا
12.
Kalian beberapa perempuan sedang/akan berbuat
تَفْعِلْنَ
ن
13.
Saya sedang/akan berbuat
أَفْعِلُ
Mustatir
14.
Kami/kita sedang/akan berbuat
نَفْعِلُ
Mustatir


Pertemuan keempat

Dhamir Raf’in Muttashil Bil Amri

            Untuk pertemuan keempat, sengaja digandengkan dengan pertemuan ketiga karena dirasa untuk pertemuan ini sangat sediit materi yang akan disampaikan dan singkat.

            Dhamir raf’in muttashil bil amri adalah dhamir rafa’ yang melekat erat dengan fi’il amr yang berfungsi sebagai pelaku dalam fi’il ini. Adapun Fi’il amr adalah kata kerja yang menunjukkan kepada perintah.

            Berikut rinciannya:

No.
Arti
Fi’il
Dhamir
1.
Hendaklah kamu satu laki-laki berbuat
اِفْعِلْ
Mustatir
2.
Hendaklah kalian dua laki-laki berbuat
اِفْعِلِا
ا
3.
Hendaklah kalian beberapa laki-laki berbuat
اِفْعِلُوْا
و
4.
Hendaklah kamu satu perempuan berbuat
اِفْعِلِيْ
ي
5.
Hendaklah kalian dua perempuan berbuat
اِفْعِلِا
ا
6.
Hendaklah kalian beberapa perempuan berbuat
اِفْعِلْنَ
ن

            Demikianlah pembahasan kita kali ini mengenai dhamir raf’in muttashil bil fi’li telah selesai. Insyaallah kita sambung lagi dengan pembahasan dhamir yang baru.

Kamis, 27 September 2018

Dhamir Raf'in Muttashil Bil Madhi



Pertemuan Kedua
Dhamir Raf’in Muttashil Bil Madhi

Dhamir raf’in muttashil bil madhi adalah dhamir yang bersambung dengan fi’il madhi. Fi’il madhi sendiri adalah suatu kata kerja bentuk lampau. Adapun penjelasan lebih mendalam mengenai fi’il madhi ini akan dibahas pada pertemuan mendatang pada waktunya, insyaallah. Dhamir ini dikatakan rafa’ karena disini ia berfungsi sebagai fa’il atau pelaku.

            Ada banyak perbedaan antara dhamir ini dan dhamir sebelumnya, yaitu ditinjau dari segi bentuk dan sifatnya. Jumlah seluruhnya sama dengan dhamir sebelumnya yaitu ada empat belas:

No.
Arti
Fi’il
Dhamir
1.
Dia satu laki-laki telah berbuat
فَعَلَ
Mustatir
2.
Mereka dua laki-laki telah berbuat
فَعَلَا
ا
3.
Mereka beberapa laki-laki telah berbuat
فَعَلُوْا
و
4.
Dia satu perempuan telah berbuat
فَعَلَتْ
Mustatir
5.
Mereka dua perempuan telah berbuat
فَعَلَتَا
ا
6.
Mereka beberapa perempuan telah berbuat
فَعَلْنَ
ن
7.
Kamu satu lai-laki telah berbuat
فَعَلْتَ
ت
8.
Kalian dua laki-laki telah berbuat
فَعَلْتُمَا
تما
9.
Kalian beberapa laki-laki telah berbuat
فَعَلْتُمْ
تم
10.
Kamu satu perempuan telah berbuat
فَعَلْتِ
ت
11.
Kalian dua perempuan telah berbuat
فَعَلْتُمَا
تما
12.
Kalian beberapa perempuan telah berbuat
فَعَلْتُنَّ
تن
13.
Saya telah berbuat
فَعَلْتُ
ت
14.
Kami/kita telah berbuat
فَعَلْنَا
نا

Keterangan:

1.      Dhamir ini selalu melekat erat dari fi’il madhi. Oleh karenanya dia disebut muttashil yang berarti bersambung.

2.      Mustatir itu bermakna tersembunyi, sehingga tidak bisa terlihat bentuknya.

Dhamir ini sangat berbeda dengan dhamir sebelumnya, begitu juga seterusnya, karena mempunyai kegunaan dan fungsinya masing-masing. Dhamir ini tidak bisa digantikan posisinya oleh dhamir raf’in munfashil. Sehingga tidak akan ditemukan kalimat seperti  فَعَلَهُوَ, فَعَلَأنْتَ   dll.

Demikianlah pembahasan mengenai dhamir raf’in muttashil bil madhi ini. Walaupun singkat, namun bukan berarti menganggap remeh. Karena perlu diingat dan difahami dengan baik.
Jika terdapat masalah seputar pembahasan, silahkan diutarakan di kolom komentar.